Sejarah Desa
Desa Aeng Tong Tong, mendengar namanya saja orang akan segera menemukan dimana letaknya. Aeng Tong Tong adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, Madura. Desa ini menjadi ikon sentra keris terbesar di Madura dan bahkan sudah diakui oleh UNESCO pada tahun 2005 karena mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai pengrajin keris. Desa yang terdiri dari 1.598 orang dengan 559 kepala keluarga ini tersebar di tiga dusun yang ada di Desa Aeng Tong Tong, yakni Dusun Duko, Dusun Endana, dan Dusun Gendis. Sejarah berdirinya Desa Aeng Tong Tong ini hanya diketahui secara lisan dan belum ada penyebaran kisah atau sejarah mengenai berdirinya Desa Aeng Tong Tong melaui tulisan. Selain itu, untuk mengetahui sejarah desa Aeng Tong Tong ini bisa dilakukan dengan melihat peninggalan-peninggalan lama yang masih ada. Nama Aeng Tong Tong diambil dari nama air yang disimpan dalam kendi yang kemudian disedekahkan kepada orang-orang yang sedang kehausan. Konon desa Aeng Tong Tong ini adalah hutan kecil yang tak berpenghuni, dulu ada seorang pangeran dan putri raja yang datang ke tempat ini. Mata pencaharian masyarakat desa Aeng Tong-Tong cukup bervariasi ada yang pengrajin keris, pedagang, petani, buruh bangunan, dan pengusaha meubel. Akan tetapi mata pencaharian yang dominan addalah pengrajin keris dan pertanian. Hal ini merupakan mata pencaharian peninggalan dari orang yang merintis desa Aeng Tong-Tong.



